Tampilkan postingan dengan label Hadits Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits Puasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2016

Doa Buka Puasa yang Shahih


Doa Buka Puasa Shahih. sebagai muslim yang memeluk agama Islam sejak kecil tentu sudah terbiasa dengan amal ibadah yang menjadi kewajiban rutinitas sehari-hari. mulai dari sholat, puasa dan zakat. mulai dari doa masuk kamar mandi sampai doa akan tidur sudah menjadi pelajaran kehidupan. tidak hanya di sekolah tapi ketika mengaji di masjid atau musholla juga diajarkan kembali tentang menjaga bagaimana cara bersuci sampai mengenai tata cara sholat dan puasa. semua dipelajari dan menjadi tuntunan untuk diamalkan. begitu juga dengan doa atau niat berbuka puasa. shahih atau salahnya setiap amal ibadah yang dikerjakan tergantung pada dalil shahih atau tidak yang dijadikan sandaran. pada kesempatan kali ini akan dijelaskan tentang doa berbuka puasa dalil shahih. namun sebelum itu akan dijelaskan sejenak tentang artikel sebelumnya bahwa hadits tidur saat puasa. jika masih ada anggapan bahwa orang yangpuasa namun lebih banyak menghabiskan waktu siangnya untuk tidur saja karena tidurnya orang puasa adalah ibadah. artikel sangat cocok karena ternyata dalil hadits yang menyatakan bahwa tidurnya orang puasa adalah palsu disebabkan beberapa perawi yang dilemahkan atau dinilai dusta oleh para ahli hadits. info lebih lengkap silahkan baca Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah.

karena telah diajarkan dari sejak kecil tentu kita hafal diluar kepala seputar kumpulan sehari-hari yang menjadi rutinitas. seperti doa masuk kamar mandi, doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum dan bagun tidur, doa setelah wudlu dan sholat, doa kebaikan dunia dan akhirat, doa untuk kedua orang tua serta masih banyak lagi doa lainnya. kita umumnya masih beranggapan bahwa doa yang diucapkan setiap hari adalah benar sampai saat ini. namun jika kita belajar dan mengkaji lebih lanjut ada doa yang setelah ditelusuri ternyata tidak shahih. contohnya adalah doa buka puasa ramadhan, senin kamis, rajab atau sunnah lainnya. mungkin ada yang kaget namun jangan khawatir ini merupakan pelajaran berharga untuk kembali kepada amalan yang didasari dalil yang paling shahih menurut Rasulullah SAW. lebih lanjut tentang dalil Doa Buka Puasa Shahih akan dijelaskan lebih lanjut setelah ini.

mohon maaf pada kesempatan kali ini tidak sedang membahas hal yang berkaitan dengan doa iftitah atau setelah sholat tarawih, dhuha, tahajud dan juga tidak sedang menerangkan tentang download gambar dalil niat doa sahur puasa, selamat untuk orang sakit, niat doa puasa qadha bayar hutang, rumi, ramai. akan tetapi akan menjelaskan hal yang berkenaan dengan Doa Buka Puasa Shahih atau dengan kata lain doa berbuka puasa yang diambil dari dalil hadits shahih menurut para ahli hadits. Doa berbuka Puasa yang Shahih menurut Rasulullah SAW ini bersifat umum untuk semua puasa seperti doa buka puasa ramadhan, ganti atau qadha, senin kamis, rajab, nazar, bayar hutang puasa tahun lalu atau puasa sunat lainnya.
Doa berbuka puasa
ilustrasi

Doa Buka Puasa Tidak Shahih

mestinya sering terdengar hadits yang artinya : "ya Allah untuk MU aku berpuasa dan dengan rizki MU aku berbuka."
dalam lafadz yang lebih lengkap sebagai berikut, dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi SAW. berbuka puasa, beliau membaca, ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka). (lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358).

Hadits Doa Buka Puasa diatas diriwayatkan Abu Daud dan dinayatakan dhaif oleh Syekh al-Albani dalam kitab Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud no. 510. Beliau mengatakan: "Hadits ini lemah sanadnya disamping karena mursal juga perawinya Muadz bin Zahrah majhul (tidak dikenal), lihat Irwaul Ghalil (4/38). selain itu, Mu’adz adalah tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (terputus). Hadits mursal adalah hadits dhaif karena sanadnya terputus. selain itu, dalam kitab Al Adzkar An Nawawiyyah yang ditulis Imam Nawawi dan di kitab Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu ditulis oleh Syeikh Wahbah Zuhaili, juga disebutkan bahwa doa tersebut terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud secara mursal dari Mu’adz bin Zuhrah. (Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm.162; Wahbah Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz 3 hlm. 46).

Hadits Doa Berbuka Puasa ini juga diriwayatkan Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya ada perawi dhaif yaitu Daud bin Az Zibriqon, dia perawi matruk (yang dituduh berdusta). Al-Hafidz ibnu Hajar mengatakan: “Sanad hadis ini dhaif, karena disana ada Daud bin Az-Zibriqon, dan dia perawi matruk.” (At-Talkhis Al-Habir, 3:54). selain  itu, Ibnu Sunni juga meriwayatkan dalam kitab Amalul Yaumi wal Lailah dari Ibnu Abbas RA. no:481 dan Abu Dawud no: 2358. di sanadnya ada Abdul Malik bin Harun bin Antarah yang dilemahkan oleh Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni. Abu Hatim berkata: dia matruk (ditinggalkan). Ibnu Qayyim berkata dalam Zadul Ma’ad 2/51: hadits ini tidak benar).

Doa Buka Puasa Shahih

adapun doa berbuka puasa dalil hadits shahih yang berasal dari Rasulullah SAW. adalah yang artinya : "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."
Doa berbuka puasa
Hadits Doa Buka Puasa Shahih diatas diriwayatkan Abdullah bin Umar RA. dia berkata, Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan "Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru In sya Allah." [Hadits shahih, Riwayat Abu Daud (2/306, no. 2357) lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678]. selain itu, diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis Doa Berbuka Puasa ini dinilai hasan oleh Al-Albani dalam kitab Sunan Abi Dawud, no. 2066.

Bagaimana hukum berdoa dari lafadz hadits dhaif ?
setiap muslim boleh berdoa dengan permintaan apa saja yang diinginkan untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. namun sebaiknya mengamalkan doa yang Nabi SAW. amalkan. doa ini kita dapatkan dari hadits shahih, hal ini karena Nabi SAW. adalah contoh dan teladan terbaik untuk umatnya.

Kesimpulan

- Nabi Muhammad SAW. adalah contoh terbaik umat Islam dalam segala hal. termasuk doa
- Doa Buka Puasa yang Shahih adalah Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru In sya Allah

demikian artikel tentang Doa Buka Puasa Shahih yang diambil dari dalil hadits shahih menurut Rasulullah SAW. dan baca juga cara Cek Tagihan Listrik Sudah Dibayar atau Belum. semoga sukses. tulisan ini dasarikan dari banyak sumber termasuk muslimah.or.id

Rabu, 08 Juni 2016

Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah adalah Palsu


Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah adalah Palsu. sebagai umat Islam sudah sepatutnya kita mempelajari ilmu yang berasal al-Quran dan Hadits shahih agar apa yang telah dilakukan dapat dipertanggungjawabkan di hari akhir kelak. begitu juga menjad penting bagi setiap muslim untuk tahu mana hadits dha'if (lemah) dan shahih sehingga tidak terjebak dalam perbuatan bid'ah yang diadakan oleh orang. begitu juga dengan beberapa hadits yang berkaitan dengan puasa pada bulan ramadhan dimana banyak orang masih menganggap benar padahal lemah atau palsu. adapun hadis tidur saat puasa adalah ibadah termasuk dha'if atau shahih ? namun sebelum itu akan dijelaskan sejenak mengenai artikel sebelumnya yaitu masih ada orang yang beraggapan bahwa makan sahur waktu imsak adalah dilarang. padahal tidak demikian akan tetapi lebih tepatnya adalah sebuah kehati-hatian untuk menjaga agar tidak keterusan makan hingga masuk waktu subuh. jadi masih boleh makan sahur ketika imsak. info lebih lengkap silahkan baca Hukum Makan Setelah Imsak.

bulan ramadhan dikenal juga dengan sebutan bulan al-Quran karena pada bulan puasa inilah al-Quran diturunkan maka sepatutnya kita memperbanyak membacanya dibanding bulan atau hari-hari lainnya. terlebih lagi karena pada syahr Ash-Shiyam semua amal ibadah anak Adam dilipatgandakan seiring dengan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka serta setan dibelenggu. oleh karena itu seharusnya semakin memperbanyak perbuatan baik dan mengurangi tidur siang hari bulan ramadlan. terkait hal itu juga bahwa apakah benar Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah adalah Palsu. mengenai hal ini akan dijelaskan lebih lengkap dibawah.

mohon maaf pada kesempatan kali ini tidak sedang membahas tentang bagaimana hukum hadits tidur lebih awal, setelah ashar atau subuh. begitu juga tidak sedang menerangkan tentang kedudukan hadits tidur matikan lampu, miring ke kanan atau tengkurap. akan tetapi yang akan dijelaskan pada saat ini adalah hal yang berkaitan dengan kedudukan hadits tidur saat puasa apakah boleh diamalkan ataukah tidak. sebagaimana telah diketahui sebelumnya bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa tidur waktu puasa adalah ibadah sehingga mendorong banyak orang ketika siang hari setelah sholat dhuhur untuk menghabiskan waktunya dengan tidur di teras masjid. tidak hanya itu saja, bahkan tidak sedikit yang menggunakan lebih banyak waktu siangnya berada di pembaringan kecuali ketika mengerjakan sholat wajib saja. apakah ini dibenarkan ? apakah Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah adalah shahih,  dha'if atau palsu.
Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah
ilustrasi

Hadits Tidur Saat Puasa adalah Ibadah

ada beberapa lafadz hadits yang berkaitan dengan tidur ketika puasa yang artinya "Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya tasbih, doanya terkabulkan dan amalannya dilipatgandakan" (riwayat Baihaqi) atau yang semisal. ada juga dengan lafadz lain yang artinya "Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur diatas ranjangnya" (riwayat Tammam) atau yang mirip teksnya.
Hadits Tidur Saat Puasa
hadits riwayat Baihaqi
Hadits Tidur Saat Puasa adalah Ibadah yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman, Abu Muhammad bin Sha'id di Musnad Ibnu Abi 'Aufa dan Ad Dailami dalam Musnad Firdaus. juga diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Al-Wasith serta Al-‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya’. semuanya diriwayatkan dari jalur Sulaiman bin ‘Amru dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair dari ‘Abdullah bin Abi ‘Aufa dari Rasulullah SAW. selain itu diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari 2 jalur yaitu dari Khalf bin Yahya Al-‘Abdiy dari ‘Anbasah bin ‘Abdul Wahid telah berkata kepada kami ‘Abdul Malik bin ‘Umair dari ‘Abdullah bin Abi ‘Aufa dan dari Ma’ruf bin Hasan telah berkata kepada kami Ziyad bin Al-A’lam dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair dari ‘Abdullah bin Abi ‘Aufa.

singkatnya Hadits Tidurnya Orang Puasa adalah Ibadah yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi mempunyai 3 jalur sanad periwayatan dimana terdapat perowi yang bernama ‘Abdul Malik bin ‘Umair, Sulaiman bin ‘Amru dan Ma’ruf bin Hasan serta Khalf bin Yahya Al-‘Abdiy. semua rowi diatas dinilai lemah atau dusta oleh para ahli hadits diantaranya Abu Hatim, Ibnu Ma’in, Ibnu Hibban, Syaikh Al-Albani, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Kharrasy, Adz-Dzahabi, Ibnu Hajar, Ibnu ‘Adiy, Al-Baihaqi. sehingga Hadits Tidur Saat Puasa adalah Ibadah yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi tidak dapat dijadikan rujukan sebuah amalan. bahkan Syaikh Al-Albani berkata: “Ini adalah maudhu’ (palsu), Sulaiman bin ‘Amru seorang pendusta.” (Silsilah Adh-Dha’ifah)
Hadits Tidur Saat Puasa
hadits riwayat Tammam
Adapun Hadits Tidur Saat Puasa adalah Ibadah yang diriwayatkan oleh Tammam dalam sanadnya terdapat rowi yang bernama Yahya bin Abdullah bin Zujâj dan Muhammad bin Hârûn bin Muhammad bin Bakar bin Hilâl. Keduanya tidak ditemukan keterangan dirinya di kitab Jarh wat Ta’dil. selain itu, dalam sanad nya juga terdapat rawi yang bernama Hâsyim bin Abu Hurairah al Himshi. Dia seorang perawi yang majhûl atau tidak diketahui, seperti yang dijelaskan adz-Dzahabi rahimahullah dalam kitab Mizânul I’tidâl. Imam Uqaili rahimahullah berkata “Orang ini haditsnya mungkar.” sehingga Tidurnya Orang Puasa Ibadah yang diriwayatkan oleh Tammam tidak dapat dijadikan dalil sebuah amal.

terlepas dari itu tidur mubah atau boleh hukumnya dan dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai penunjang ibadah seperti tidur siang pada bulan puasa agar kuat menjalankan ibadah shalat tarawih dan witr di sepertiga malam terakhir. namun berbeda halnya jika tidur karena malas atau kekenyangan setelah makan sahur. seharusnya pada bulan yang mulia ini kita lebih memperbanyak amal ibadah karena orang yang banyak tidur akan kehilangan banyak kesempatan beribadah di bulan yang penuh ampunan ini.

Kesimpulan

- Hadits Tidur Saat Puasa adalah Ibadah derajatnya Palsu atau Sangat Lemah sehingga tidak dapat dijadikan dalil sebuah amal.
- Tidur dapat bernilai Ibadah jika diniatkan sebagai penunjang agar kuat menunaikan amal ibadah lainnya.

demikian artikel Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah adalah palsu dan baca juga Cara Membuat Kwitansi Menggunakan Excel. semoga sukses. tulisan ini dasarikan dari banyak sumber salah satunya muslimah.or.id

 

© 2013 Cara Puasa. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top